15 Penemuan Menakjubkan dalam Dunia Kedokteran

Seperti keilmuan di biadang lain, praktik ilmu pengobatan dalam dunia medis terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Setiap dokter berupaya untuk memperoleh ilmu pengetahuan lebih banyak dan menyempurnakan keterampilan dalam mempraktikkan ilmu tersebut.

Tenaga medis mulai dari dokter, perawat, dan peneliti telah menghabiskan banyak waktu untuk menyelamatkan nyawa manusia. Dalam beberapa kasus, penemuan dan juga kehadiran teknologi canggih bidang medis semakin membantu menyelamatkan nyawa jutaan orang.

Berikut sejumlah tokoh beserta penemuannya yang berjasa bagi dunia kedokteran.

Melenggang di New York Fashion Week, Putri Madonna Pamer Kaki Penuh Bulu

Jantung Buatan 1963

Pada 1963, Paul Winchell mematenkan jantung buatan pertama di dunia kedokteran. Dia bekerja sama dengan Dr. Henry J. Heimlich. Jantung buatan hasil kerjasama keduanya terus disempurnakan. Kedua pria inilah yang membuka jalan bagi kemajuan medis masa depan khususnya dalam hal pengobatan penyakit jantung.

Transplantasi Ginjal 1954

Dokter Joseph E. Murray adalah sosok yang melakukan transplantasi ginjal pertama dengan sukses di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts Amerika Serikat (AS). Karena keberhasilan itulah Dokter Murray diganjar Hadiah Nobel dalam bidang Kedokteran atau Fisiologi. Transplantasi yang berhasil dilakukan Murray dialami seorang pria berusia 24 tahun kepada saudara kembarnya. Pria penerima ginjal tersebut hidup lebih lama 11 tahun.

Transplantasi Hati 1963

Pada 1963, ahli bedah asal AS Dokter Thomas E. Starzl melakukan transplantasi hati dengan harapan bisa menyelamatkan nyawa anak berusia tiga tahun. Sayangnya, transplantasi hati pertama ini tidak berhasil. Namun, upaya Starzl tersebut menjadi batu loncatan pertama untuk transplantasi hati berikutnya di bidang kedokteran.

USG Janin 1958

Penggunaan monitor Doppler di perut wanita untuk mendeteksi detak jantung janin pertama kali digunakan dokter Edward Hon dari Yale University. Dia meneruskan prinsip-prinsip Ultrasuara dari seorang fisikawan Swedia, Christian Andreas Doppler. Hon berpikir bahwa prinsip yang sama bisa diterapkan pada ibu hamil. Dan ternyata benar, dia menjadi dokter pertama yang menggenalkan teknologi ini.

Alat Pacu Jantung 1958

Jutaan pasien jantung di seluruh dunia dapat hidup lebih lama berkat alat pacu jantung yang digagas dokter Seymour Furman, seorang ahli jantung Rumah Sakit Montefiore di Bronx, New York. Pasien pengguna pertama alat tersebut dapat hidup lebih dari dua bulan.

Transplantasi Jantung 1967

Seorang dokter asal Afrika Selatan, Christiaan Barnard, melakukan transplantasi jantung manusia untuk pertama kalinya. Pasiennya adalah seorang pria berusia 53 tahun. Meski kemudian meninggal dunia akibat komplikasi 18 hari kemudian, transplantasi itu dianggap sukses.

CT Scanner 1971

Dokter Godfrey Hounsfield menciptakan CT Scanner yang kali pertama digunakan untuk seorang pasien di London pada 1971. Alat ini menggunakan sinar-X untuk membuat gambar bagian tubuh secara rinci. Penemuan ini membantu menyelamatkan nyawa banyak orang karena mampu memeriksa potensi kerusakan yang mungkin dialami di dalam kulit dan tulang seseorang.

Pompa Insulin 1973

Dean L. Kamen pada 1973 pertama kali mengembangkan pompa insulin. Alatnya ini memungkinkan pasien diabetes untuk mengatur kadar insulin secara real-time. Penemuan ini telah mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun.

M.R.I.1978

Salah satu penemuan terpenting dalam teknologi kedokteran modern M.R.I (Magnetic Resonance Imaging) dikembangkan pertama kali oleh dokter Raymond V. Damadian pada 1978. Damadian menemukan cara untuk membedakan antara jaringan normal dan kanker.

Sejarah praktik ilmu pengobatan bidang kedokteran

Operasi

Pada Abad Pertengahan, operasi dilakukan tukang cukur rambut, bukan dengan ahli bedah. Saat itu operasi dipandang lebih sebagai seni kerajinan tangan, bukan sebuah profesi di mana nyawa seseorang dipertaruhkan.

Tidak hanya melakukan operasi saja, pencukur rambut juga melakukan sejumlah hal lain seperti pencabutan gigi, amputasi, penjualan obat-obatan dan tentunya, mencukur rambut.

 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!

Kedua profesi akhirnya digabungkan pada 1540 oleh King George II menjadi United Barber-Surgeons Company. Pada 1745 sebuah sekolah khusus bedah dibuka di London. Ini menandakan sebuah keharusan untuk mengemban ilmu bedah terlebih dahulu sebelum menjadi ahli bedah.

Metode Perkusi

Seorang dokter Austria, Leopold von Auenbrugger menciptakan sebuah metode pada 1754 yang dinamakan methods of percussion atau metode perkusi. Metode ini digunakan mendeteksi apabila ada cairan berlebihan di dalam tubuh seseorang seperti pneumonia dalam paru-paru.

Metode perkusi ini dilakukan dengan cara menepuk beberapa bagian tubuh seseorang dengan menggunakan jari. Metode yang dinamakan inventum novum ini terus digunakan hingga sekarang.

Tekanan Darah

Sirkulasi peredaran darah dan tekanannya sudah dipelajari selama berabad-abad. Pada 1628, seorang dokter William Harvey merilis sebuah buku berjudul Exercitatio Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus atau pergerakan jantung dan darah dalam tubuh hewan. Buku tersebut kemudian dijadikan pedoman memahami sistem peredaran darah dalam tubuh mahluk hidup.

Pada 1881, Samuel Siegfried Karl Ritter von Basch menciptakan alat untuk memonitor tekanan darah pertama kali yang dinamakan sphygmomanometer. Pada 1905, dokter Nikolai Korotkoff menyempurnakan ciptaan Samuel dengan penemuannya akan perbedaan antara tekanan darah sistolik dan distolik.

Stetoskop

Seorang dokter Prancis, Rene Theophile Hyacinthe Laennec pada 1816 menciptakan sebuah perangkat medis untuk mendengar suara jantung, pernapasan dan juga aliran darah dalam arteri dalam tubuh yang dinamakan stetoskop. Pembuatan stetoskop ini terinspirasi dua anak yang sedang bermain di halaman.

Kedua anak menggunakan tabung kosong terbuat dari kayu untuk mendengarkan suara lebih jelas. Rene kemudian mengaplikasikan hal itu dalam dunia medis. Bagian dari stetoskop yang ditempelkan ke dada seseorang mampu membuat suara organ dalam tubuh seseorang menjadi lebih jelas didengar.

Kemoterapi

Sebagian besar pengidap kanker menjalani perawatan kemoterapi. Seorang ahli imunologi Jerman, Paul Ehrlich merupakan pencipta dari ilmu kemoterapi ini. Pada era awal 1900-an, Paul memusatkan perhatiannya pada ilmu kekebalan tubuh di mana ia juga mencari cara untuk melawan penyakit yang menular dengan menggunakan obat.

Ia berkeyakinan bahwa bibit penyakit hanya menyerap zat warna kimia tertentu; dan apabila menyerap zat kimia tertentu yang lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia itulah yang kemudian dikenal sebagai kemoterapi.

Radiologi

Nama Marie Curie tentunya sudah tidak asing lagi bagi mereka yang berkecimbung di dunia medis. Wanita yang menimba ilmu di Sorbonne University di Paris, Prancis ini merupakan sosok pertama perintis bidang radiologi.

Penemuannya telah melahirkan sebuah alat radiasi elektromagnetik yang dinamakan X-ray. X-ray hingga sekarang digunakan di setiap rumah sakit untuk mengetahui kondisi tulang dalam tubuh secara visual. Curie menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan penelitian terhadap bahan radioaktif seperti, polonium dan radium.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "15 Penemuan Menakjubkan dalam Dunia Kedokteran"