Arti Mimpi Melihat Malaikat, Nabi, Orang Sholeh, Ulama, Ka'bah, Azan Shalat dan Naik Haji

Arti Mimpi Melihat Malaikat, Nabi, Orang Sholeh, Ulama, Ka'bah, Azan Shalat dan Naik Haji 

Arti Mimpi Melihat Malaikat

Barang siapa mimpi melihat salah satu malaikat maka ia bakal memperoleh kemulyaan di dunianya serta mendapatkan kegembiraan dan pertolongan bagi penduduk negeri itu. 

Barang siapa mimpi melihat malaikat yang paling mulia maka itu menunjukkan atas datangnya berita gembira tentang kebaikan, kesaksian, kemakmuran. banyaknya hujah, luasnya rizki, murahnya harga-harga barang dagangan. 

Barang siapa mimpi melihat beberapa malaikat di dalam masjid-masjid. maka sesungguhnya mereka memerintahkan kepada penduduk negeri itu untuk berdo’a, shalat, shadaqah dan memperbanyak minta ampun bagi penduduk negeri itu karena mereka meremehkan (menggampangkan) agamanya. 

Barang siapa mimpi melihat malaikat di pasar maka sesungguhnya mereka melarang manusia untuk tidak mengurangi timbangan dan takaran. 

Barang siapa mimpi melihat malaikat berada di kuburan maka banyak penyakit yang menyerang secara umum kepada ahli fiqih dan para alim ulama dan orang-orang yang zuhud. 

Barang siapa mimpi melihat orang yang tidak ia ketahui di mana orang tersebut digambarkan sebagai malaikat maka itu adalah salah satu di antara malaikat. 

Arti Mimpi Melihat Nabi Muhammad saw 

Barang Siapa mimpi melihat Nabi Muhammad saw. pada waktu tidurnya maka hal itu pertanda berita gembira tentang kebaikan. barangkali hal itu didahului oleh pekerjaan-pekerjaan yang bagus selagi dalam mimpinya tidak terdapat sesuatu yang tidak disukai. jika di sana ia melihat sesuatu yang tidak ia senangi maka di dunianya ia tertimpa oleh kerupekan.

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. berada di bumi (daerah) yang tidak pernah terkena hujan maka bumi itu akan menjadi subur. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. sedangkan Nabi saw. dalam keadaan susah. murung dan sumpek maka Allah akan memberi kesenangan kepadanya. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. dalam keadaan tidak sempuma bentuknya (cacat) atau dalam keadaan sakit atau dalam keadaan mati atau dalam keadaan berubah keadaannya maka sudah tidak ada baiknya dalam impian tersebut karena hal itu pertanda kurangnya (tidak sempurnanya) agamanya orang yang bermimpi. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. mengenakan pakaian yang bagus maka yang demikian itu menunjukkan atas bagusnya keadaan ummatnya di dunia dan agamanya. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. sedang berjalan berarti beliau menuntut ummatnya untuk berjihad sedangkan dalam agamanya orang yang bemimpi terjadi kecingkrangan. 

Barang siapa mimpi melihat. Nabi saw. sedang melakukan haji maka ia juga akan berhaji. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. berkhutbah niscaya ummatnya sama ta’at kepadanya. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. sedang bercermin maka beliau menganjurkan kepada ummatnya untuk menyampaikan amanat. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. sedang makan maka berarti beliau menganjurkan kepada ummatnya untuk mengeluarkan zakatnya. 

Barang siapa mimpi melihat Nabi saw. memakaikan pakaian kepadanya atau memberi cincin kepadanya atau pedang kepadanya dan lain sebagainya maka jika ia berlemah lembut (bergaul baik) dengan raja niscaya ia akan memperoleh kerajaan itu. dan jika ia berlaku baik dengan ahli fiqih pasti akan memperolehnya dan jika ia berlaku baik dengan ibadah pasti ia bakal mendapat bagian yang besar dari ibadahnya tersebut. 

Arti Mimpi Melihat Nabi Selain Nabi Muhammad Saw 

Adapun bermimpi melihat kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad dalam tidurnya maka sesungguhnya itu seperti malaikat dalam keadannya. yaitu berupa banyaknya kemakmuran, murahnya segala harga dagangan, kegembiraan, kesenangan, kemenangan, barakah dan lain sebagainya, hanya saja dalam bermimpi melihat Nabi-nabi itu tidak terdapat syahadah (kesaksian) sebagaimana dalam mentakbirkan mimpi melihat malaikat. 

Barang siapa mimpi bahwa dia berpindah menjadi salah satu Nabi maka ia akan mendapatkan kepayahan yang hebat sebagaimana nabi memperoleh kepayahan itu. kemudian akibatnya berupa kesenangan, kesuksesan dan memperoleh kebaikan dunia serta akhirat; begitu pula bermimpi melihat ulama dan orang-orang shaleh pasti mendapatkan kebaikan yang agung. 

Arti Mimpi Melihat Ka'bah

Mimpi melihat ka’bah, ta’birnya adalah imannya orang-orang Islam. Barang siapa mimpi melihat ka’bah di situ terdapat tambahan atau kekurangan atau lain-lain maka itu menandakan adanya peristiwa yang menimpa pada imam menurut kadar yang ia lihat. dan barangkali ka’bah itu merupakan pertanda aman. 

Barang siapa mimpi melihat ka’bah berada di negeri selain Makkah maka hal itu suatu pertanda amannya penduduk negeri itu. 

Barang siapa mimpi melihat ka’bah dan ia berthowaf di sana dan ia mengerjakan sedikit manasik (ibadah haji) maka hal itu sebagai pertanda kebaikan agamanya. 

Barang siapa mimpi melihat ka’bah selalu berada dalam kerajaan, kemuliaan serta kemenangan maka hal itu merupakan tempat yang dituju dan sekaligus sebagai kiblatnya orang-orang yang mendambakannya. 

Barang siapa mimpi melihat ka’bah berada di belakang punggungnya atau ia shalat di atasnya maka berarti ia telah mcncampakkan Islam di belakang punggungnya. 

Hikayat

Seorang laki-laki datang kepada Sa’id bin Al-Musayyab rahimahullaahu Ta’ala seraya berkata kepadanya: ”Saya bermimpi sedang shalat di atas ka’bah." Lamas Sa’id bin Al-Musayyab berkata kepadanya; ”Takutlah kepada Allah Ta'ala, karna saya melihatmu telah keluar dari agama Islam." Lalu laki-laki tersebut berkata kepada Sa'id bin Al Musayyab: ”Wahai tuanku. saya bartaubat kepada Allah Ta' ala di hadapanmu dari ucapannya aliran "Qadariyah". karma saya telah mengikuti ucapannya semenjak dua bulan" 

Arti Mimpi Shalat

Barang siapa mimpi bahwa ia sholat di kiblat dengan tegak maka ia berada di atas hidayahnya Allah swt dan sunahnya Rasullullah saw jika ia menyempurnakan rukunya, sujudnya dan kekhusyuannya. Karena shalat merupakan sarana untuk berhubungan dengan Allah Azza wa Jalla dan juga merupakan tiang agama. 

“Barang siapa mimpi melihat akan kekurangan dalam kiblat maka itu berarti kurang dalam agamanya dengan ukuran apa yang ia lihat. 

Barang siapa mimpi bahwa ia tidak tahu kiblat maka demikian itu pertanda bingung dalam agamanya dan tersesat. 

Barang siapa mimpi menambah dalam shalatnya berarti ia telah menikam salah satu rukun Islam atau ia telah ragu-ragu dalam agama Allah. 

Barang siapa mimpi shalat menghadap ke timur berarti ia telah terperosok dalam ucapannya orang-orang Qadariyah. 

Barang siapa mimpi shahat menghadap ke barat berarti ia telah terjerumus pada pendapatnya Jabariyah. Karena timur adalah kiblatnya orang Nasrani dan barat adalah kiblatnya orang Yahudi. 

Barang siapa mimpi menyembah berhala maka itu pertanda bahwa ia adalah seseorang yang membohongi kepada Allah Ta'ala dan berkata dengan kata-kata yang batil dan barangkali ia menjadi pecandu minum arak atau pecandu maksiat. 

Apabila patungnya terbuat dari perak maka ia akan mendekatkan diri dengan maksiat atau berkata dengan kata-kata yang batil kepada wanita. 

Jika patungnya terbuat dari emas maka ia akan menemui sesuatu yang tidak ia senangi. 

Apabila patungnya terbuat dari kayu maka ia akan bersanding dengan laki-laki yang jelek (rusak) dalam agamanya. 

Apabila patungnya terbuat dari besi atan tembaga maka ia akan mencari dunia.

Barang siapa mimpi menyembah api maka ia akan melihat setan dalam agamanya. Jika apinya tidak terdapat jilatan maka ia akan mencari harta haram. 

Barang siapa mimpi mengimani (memimpin) manusia maka ia akan memimpin segolongan manusia dan ia akan memperlakukan adil di antara mereka dalam kekuasaannya. demikian ini jika kiblatnya benar-benar tegak dan jika kiblatnya tidak tegak maka ia akan nyeleweng dan zhalim dalam wilayahnya. 

Arti Mimpi Adzan

Adzan dalam waktu bulan-bulan haji laksana haji, barangkali merupakan kekuasaan dan kebanggaan dalam agama. Apabila adzannya itu terdapat pada selain bulan haji maka itu merupakan kabar yang benar dan bagus yang tampak pada kebanyakan orang.

Barang siapa mimpi melihat menara masjid dalam keadaan rubuh. itu pertanda penduduk daerah itu sama berbeda pendapat dalam agama mereka. 

Barang siapa mimpi bahwa ia sedang adzan dan adzannya tidak sempurna sedang ia termasuk orang yang baik dan orang yang senang damai dan kejadian itu terjadi pada bulan-bulan haji maka ia akan berangkat haji dan ia tidak dapat menyempurnakannya. Dan apabila hal itu terjadi tidak pada bulan-bulan haji maka ia akan mencuri sesuatu dan tidak sampai tuntas (sempurna) dan sebab pencurinya itu ia jadi orang terkenal. 

Barang siapa mimpi bahwa ia membangun masjid maka ia akan menyusun kebaikan dan perkawinan bersama-sama dengan orang banyak. 

Barang siapa mimpi bahwa ia memanggil dengan perkataan yang ia sendiri tidak mengetahuinya maka itu pertanda seorang laki-laki yang sangat pandai mencuri. 

Barang siapa mimpi bahwa ia bersin dan disahuti dengan ucapan ”YARHA MUKALLAAH” maka itu pertanda berita gembira berupa haji dan umrah. 

Barang siapa mimpi bahwa ia mencukur kepalanya, jika temyata hal itu terjadi pada masa-masa haji maka in akan berhaji dan jika tidak terjadi pada masa haji, maka modalnya akan dirampok sebagaimana yang akan kami sebutkan pada tempatnya Insya Allah.

Barang siapa mimpi sedang berkhotbah di atas mimbar, maka apabila ia ahli pada bidang tersebut maka ia akan mendapatkan kekuasaan yang besar dan jika ia tidak ahli maka ia akan disalib. 

Hikayat 

Pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada tuanku Muhamad bin Sirin rahimahullaahu ta‘ala lantas ia berkata: "Saya bermimpi seolah-olah saya dipanggil“. Lalu Muhammad bin Sirin berkata kepadanya: “Kedua tanganmu bakal putus.“ Kemudian datanglah laki-laki lain dalam pertemuan itu. sedangkan orang yang bermimpi masih berada di situ. Latas pendatang baru ini berkata kepada Muhammad bin Sirin: ”Saya bermimpi seolah-olah saya dipanggil". Lantas Muhammad bin Sirin berkata kepadanya: “Engkau akan berhaji." Tidak lama orang-orang yang duduk bersama Muhammad bin Sirin bertanya: ”Apa perbedaan antara kedua orang tersebut? padahal keduanya sama dalam impian mereka." Kemudian Muhammad bin Sirin menjawab: “Saya melihat orang yang pertama tak henti-hentinya dalam keburukan. lantas saya ta’biri dengan firman Allah Ta‘ala:  

“Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: ”Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri. ” (Yusuf: 70) 

Dan saya melihat orang yang kedua selalu dalam kebaikan. lantas saya ta’biri dengan frman Allah Ta'ala: 

“Dan barserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji.” (Al Hajj: 27) 

Kemudian kenyataannya perkara tadi itu seperti apa yang telah dita’birkan oleh Muhammad bin Sirin rahimahullaahu. Dan adzan (panggilan) merupakan suatu pemberitahuan dan siaran. sedangkan membaca dalam mushaf merupakan ilmu dan hikmah yang diperoleh oleh seorang laki-laki, begitu pula bacaan Al Qur'an merupakan kalam yang haq (benar)

Disadur dari tulisan : Syekh Muhammad bin Sirrin. Apabila terdapat kekurangpasan dalam penerjemahan harap dimaklumi. Semoga bermanfaat...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Arti Mimpi Melihat Malaikat, Nabi, Orang Sholeh, Ulama, Ka'bah, Azan Shalat dan Naik Haji "