Buku yang Dikutuk, Buku Rubaiyat Omar Khayyam Jilid Sangorski & Sutcliffe

Buku yang Dikutuk, Buku Rubaiyat Omar Khayyam Jilid Sangorski & Sutcliffe 

Bukan isi yang kontroversial, bukan pula sihir di belakangnya. Namun buku Rubaiyat Omar Khayyam yang dijilid oleh Sangorski & Sutcliffe ini memiliki nasib tragis sehingga orang percaya buku ini telah dikutuk, Sangorski & Sutcliffe merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri pada penjilidan buku-buku terkenal Sangorski & Sutcliffe didirikan pada tahun 1901 di London dan tidak tanggung-tanggung dalam mendesain. Mereka Selalu menggunakan material berharga seperti emas dan batu mulia.

Rubalyat Omar Khayyam adalah buku kumpulan puisi penyair Persia yang terkenal bernama Omar Khayyam. Ribuan puisi tentang cinta, kehidupan, dan kehilangan yang dibuatnya memukau banyak orang di seluruh dunia. Sangorski & Sutcliffe mengerjakan proyek penjilidan buku Omar Khayyam selama kurang lebih dua tahun. Untuk merancang saja memakan waktu berbulan-bulan. Hasilnya memang tergolong luar biasa karena Sangorski memang bermaksud menampilkan buku yang mencengangkan dunia. Sampul depannya berupa tiga merak yang terbuat dari emas dengan ekor berupa rangkaian batu permata. Sangorski juga menggunakan sekitar 5.000 lembar kulit berwarna gading, perak, dan eboni. Ia juga memasang daun yang terbuat dari emas 22 karat sebanyak 600 lembar. Tidak ketinggalan, ada 1.052 batu akik, turquoise, topaz, olive, dan zamrud. 

Usai dijilid, Rubaiyat Omar Khayyam dikirim ke Amerika melalui laut dengan menggunakan kapal Titanic pada tahun 1912. Malangnya, buku yang sudah menjadi legenda bahkan sebelum penjilidan selesai itu turut menjadi korban kapal tenggelam dan tidak pernah berhasil ditemukan. Enam minggu kemudian, Sangorski tewas tenggelam saat berenang di Selsey Bill. Rekannya, Sutcliffe, meneruskan perusahaan dan menjadi perusahaan penjilidan terkemuka di London. Kantor mereka pindah dan melalui pelbagai peristiwa besar seperti Perang Dunia I dan masa depresi ekonomi. Pada masa Perang Dunia II, Sutcliffe membuat lagi jilid kedua buku Rubaiyat yang juga dikenal dengan nama Great Omar. Masa pengerjaannya memakan waktu 6 tahun. Jilid kedua ini disimpan di lemari besi sebuah bank di London. Sialnya, bom musuh mengobrak-abrik kota London, termasuk bank tempat Great Omar tersimpan. Lemari besi hancur. Demikian pula Rubalyat Omar Khayyam jilid kedua. 

Sutcliffe terkena stroke pada tahun 1936 dan mengalihkan perusahaannya kepada keponakannya, Stanley Bray, yang sudah bekerja bersama sang paman sejak tahun 1926. Setelah Sutcliffe meninggal, Bray meneruskan perusahaan dan melakukan merger. Setelah pensiun, barulah ia membuat salinan ketiga Rubaiyat Omar Khayyam yang memakan waktu 40 tahun pada tahun 1989, ia meminjamkan karya tersebut kepada perpustakaan lnggris. 

Stanley Bray meninggal pada tahun 1995. Keluarganya menghibahkan Rubaiyat Omar Khayyam bersama dengan desain asli dan peralatan jilid kepada perpustakaan. Sebelum meninggal, Stanley Bray sempat ditanya mengenai tragedi yang mengiringi perjalanan buku Rubaiyat Omar Khayyam, ia mengatakan, “Saya tidak percaya takhayul, meskipun banyak orang bilang burung merak memang simbol malapetaka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buku yang Dikutuk, Buku Rubaiyat Omar Khayyam Jilid Sangorski & Sutcliffe "