Buku Paling Tua yang Telah Berusia 1.600, Buku Nag Hammadi

Buku Paling Tua yang Telah Berusia 1.600, Buku Nag Hammadi 

Buku Nag Hammadi adalah sebuah kumpulan naskah kuno, berjumlah l3 papirus, berisikan 52 teks, yang diikat menjadi satu dengan sampul kulit. Karena ditemukan di wilayah Nag Hammadi, maka buku berusia 1.600 tahun ini dinamai Nag Hammadi. Buku ini termasuk buku paling tua yang pernah ditemukan.Teks dalam buku ini ditulis dalam bahasa Coptic, bahasa yang biasa digunakan kaum Kristen di Mesir. Diduga, buku ini milik kaum Gnostik. 

Selain buku ini, ditemukan pula naskah karya Plato berjudul Republic. Kisah penemuan buku Nag Hammadi sendiri panjang dan penuh drama. Desember 1945, seorang petani bernama Muhammad Ali bersama saudaranya menggali kawasan Jabal al Tarif untuk mendapatkan tanah subur bagi tanaman mereka. Ketika itu, alat mereka membentur sesuatu yang ternyata sebuah guci. Begitu dibuka, guci tersebut berisl 13 kumpulan papirus. Ali membawa pulang buku itu namun tidak segera melaporkannya. Ibu mereka bahkan membakar beberapa naskah karena khawatir isi naskah kuno tersebut memberi pengaruh buruk. 

Ali kemudian terlibat dalam sebuah perseteruan berdarah. Ayahnya tewas dibunuh dan Ali membunuh pembunuhnya. Karena khawatir pihak kepolisian akan menggeledah rumah mereka sehubungan kasus tersebut dan menemukan buku kuno itu, Ali pun membawa buku Nag Hammadi ke seorang pendeta Coptic bernama al Qumus Basiliyus. Selama polisi menangkap dan menginterogasi Ali, Basiliyus membawa buku tersebut kepada temannya yang berprofesi sebagai guru sejarah lokal bernama Raghib untukditeliti. Raghib memperkirakan buku itu adalah benda bernilai sehingga ia pun menghubungi temannya di Kairo untuk menaksir harganya. 

Ternyata buku itu memang sangat bernilai. Oleh karena itu, Basiliyus dari Raghib segera menjualnya kepada seorang penyalur benda antik di pasar gelap. Singkat kata, buku kuno tersebut akhirnya menarik perhatian seorang pegawai pemerintah Mesir. Ia pun berhasil membawa 10,5 dari 13 naskah itu dan menyimpannya di Museum Coptic di Kairo. 

Kabar tentang penemuan buku itu sampai di telinga Profesor Gilles Quispel-speslalis sejarah agama di Utrecht, Belanda. Sang profesor mendesak Jung Foundation di Zurich untuk membeli buku tersebut dengan maksud menghadiahkannya kepada psikiatris Carl Gustav Jung pada hari ulang tahunnya. Desakkannya berhasil. Buku tersebut sampai di Swiss dan lebih dikenal sebagai Jung Codex. Setelah sampai di tangan Quispel untuk diteliti, ia menemukan sebagian teks hilang. Karena itu, Quispel terbang ke Kairo untuk mencarinya di Museum Coptic. Setelah menemukan, ia memotret. dan menerjemahkannya di hotel. 

Buku Nag Hammadi menjadi pusat perdebatan, baik isi maupun usianya. Buku tersebut diperkirakan berasal dari 350-400 TM. Tetapi ada pula yang meyakini buku itu berasal antara 120-150 TM. Selain ltu, ada pula yang yakin buku tersebut merupakan salinan dari naskah yang ditulis lebih awal dalam bahasa Yunani. mereka sebagai kaum Kriste dan mengatakan ajaran Yesus disampaikan secara lisan. Ajaran tersebut mereka dokumentasikan dan diamalkan berdasarkan persepsi mereka sendiri.

Sumber : Faktaunik.xyz

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buku Paling Tua yang Telah Berusia 1.600, Buku Nag Hammadi "